Nongkrong Ala Klasik di Omah Koempoel

Omah Koempoel
Jl. Sultan Hasan Halim, Sisir, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur 65314
Jam Buka:
Weekdays 10.00 – 22.00 Wib
Weekend 07.00 – 24.00 PM

Anda sedang berlibur atau merencanakan liburan di Kota Batu? Jangan lewatkan tempat yang satu ini. Jika Anda suka dengan tonggkrongan klaisk namun tetap cozy, Maka Omah Koempoel adalah tempat yang pas.

Omah Koempoel berada di pusat Kota Batu. hanya sekitar 800meter dari alun-alun Kota. Tepatnya berada di jalan Sultan Hasan Halim, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu.

Meskipun di pusat kota jangan membayangkan suasana bising dan berisik di sini. Tempatnya sangat senyap dan adem. Karena ujung jalan dimana cafe ini berada adalah jalan mentok, maka jarang sekali ada kendaraan lau-lalang di depan cafe.

Berkonsep rumah joglo dengan aneka menu berdasar kopi, menjadikan tempat ini banyak diminati muda-mudi terutama di akhir pekan.

Omah koempoel sendiri awalnya merupakan rumah diskusi untuk teman-teman komunitas. Namun pada akhir 2016 mulai dibangun kedai Omah Koempoel. Selanjutnya pada 2017, bertemu dengan teman komunitas kopi serta didirikanlah joglo yang menjadi bar dari omah Koempoel.

“Memang konsep awal dibuatnya cafe ini bukan untuk cafe. Tapi dibuat hanya sebagai rumah diskusi untuk komunitas di sekitar berkumpul.” ujar Manager Omah Koempoel, Om Kempong Musauzainudin.

“Pada perkembangannya, setelah kami bertemu beberapa komunitas kopi, akhirnya kita dirikan dan mulai menjual aneka makanan dan minuman.” lanjutnya.

Cafe ini memiliki gaya klasik dengan nuansa rumah adat jawa, dengan struktur bangunan yang masih menggunakan kayu, tetapi sangat terlihat jika kayu yang digunakan sangatlah kokoh, terlihat jelas dengan kondisi yang tua tetapi masih kuat.

Selain konsep bangunan, segala perlengkapan interior cafepun bernuansa klasik. Rata-rata menggunakan material kayu. Secara keseluruhan bahkan beberapa unit bangunan di cafe ini adalah berbentuk rumah kayu.

Cafe ini juga tidak menyediakan colokan listrik sehingga tidak ada yang sibuk dengan gadget terutama laptop, dan meja kursi yang di sediakan pun sangat tidak cocok untuk kerja dengan laptop di meja, mengisaratkan bahwa hanya ada makanan yang boleh di atas meja.

MENU
Setelah Omah Koempoel mulai beroperasi, pihak manajemen pun langsung menggandeng PKK Kelurahan Sisir untuk memasok menu di kedai tersebut. Sehingga secara tidak langsung mengajak masyarakat turut andil dalam memajukan Omah Koempoel melalui menu andalan mereka.

“Kami memang mengambil menu yang ada dari masyarakat seperti pisang nuget dan risol mayo itu dari ibu-ibu PKK. Selain itu, kopi kami ambil dari Malang raya seperti Songgoriti, Lereng Arjuno, Pujon dan yang paling jauh kopi Dampit dan Semeru,” katanya Om Kempong.

Menu andalan Omah Koempoel yakni berupa susu atau biasa disebut nenen juga mengambil langsung dari peternak sapi di Kota Batu. Meskipun begitu, Omah Koempoel juga memiliki menu yang tak kalah spesial dan banyak dicari oleh pengunjung yaitu Tirto Umbul, Tirto Cinde dan Tirto Banyuning. Dimana penamaan kedua minuman tersebut sesuai dengan sumber mata air yang dimiliki Kota Batu.

“Yang buat spesial karena kedua minuman ini diolah dari bahan-bahan yang ada di lingkungan Omah Koempoel. Empon-empon nya ini ada yang kami tanam sendiri seperti jahe, daun mint, dan jeruk nipis,” imbuhnya.

Kunjungan harian ke Omah Koempoel sementara masih didominasi anak-anak muda yang nongkrong. Terutama warga Batu dan sekitarnya. namun begitu tidak jarang juga beberapa kelompok usia dewasa datang ke tempat ini untuk nongkrong atau membicarakan hal-hal bersifat bisnis.

“Segmennya masih muda-muda tapi ada juga keluarga. Biasanya keluarga rame-rame datang pada Minggu. Kalau muda-mudi tetap Weekend namun sekarang di era new normal banyak yang menikmati sore hari disini juga meskipun bukan weekend,” terangnya.

Untuk harganya pun tergolong terjangkau, yakni sekitar Rp 6 ribu sampai Rp 15 ribu untuk makanan dan minuman. Sedangkan jam operasional mulai pukul 09.00 WIB – 21.00 WIB. Sementara untuk kapasitas tempat duduk yang disediakan sekitar 100-150 kursi.

Dari berbagai sumber

Tinggalkan komentar