Tahukah Anda destinasi wisata Kota Batu paling murah tapi tetap menyenangkan untuk dikunjungi? Yah, Alun-Alun Batu. Dengan ciri khas monumen buah apel, Alun-ALun Batu merupakan pusat dari wilayah Kota Batu yang hampir pasti dilewati wisatawan yang berkunjung.

foto: travelingyuk.com
Bahkan pada 2018 lalu, GNFI membuat daftar sepuluh alun-alun terindah di Indonesia. Di antara daftar tersebut, salah satu yang dianggap paling indah adalah Alun-Alun Kota Batu. Meskipun ukurannya tidak terlalu besar, namun penataannya yang baik dan fasilitasnya yang lengkap, membuat salah satu situs berita tersebut memasukkan alun-alun yang masyhur dengan tugu apelnya ini ke dalam daftar.
Meski Batu baru resmi menjadi kota yang otonom pada tahun 2001, namun Alun-Alun Kota Batu memiliki sejarah yang cukup panjang, karena sudah dibangun sejak abad ke-17 oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda.
Pada tahun 1970-an ditandai dengan awal masa keemasan apel di Kota Batu, yaitu petani yang semula menanam kopi mulai beralih menjadi petani apel. Pusat Kota Batu terletak di alun alun, dengan Pasar Batu di depannya (sekarang menjadi Batu Plaza, sedangkan Pasar Batu dipindahkan ke Jalan Dewi Sartika). Alun alun Batu pada tahun 1970-an terbilang sederhana dengan tugu di tengah hamparan bunga dan tanaman.
Alun alun Batu pada tahun 1970-an
(Sumber: mediaintertaiment2.blogspot.com)
Kota Batu semakin dikenal komoditas apelnya pada pertengahan 1970-an, hingga pada tahun 1980-an Kota Batu semakin dikenal sebagai salah satu sentra produsen apel. Pada era 1980-an alun alun Batu dipugar menjadi taman dengan monumen buah apel di tengah alun alun, yang mencerminkan ciri khas Kota Batu.
Alun alun Batu pada tahun 1980-an
(Sumber: javawisataindonesia.wordpress.com/batu)
Memasuki tahun 2000-an, Kota Batu mengembangkan diri menjadi sebuah kota yang mandiri setelah sebelumnya menjadi salah satu kecamatan bagian dari Kabupaten Malang. Alun alun Batu dipugar kembali menjadi taman bunga dengan air mancur tepat di tengah alun alun.
Alun alun Batu pada tahun 2000-an
(Sumber: infobatumalang.blogspot.com)
Pada tahun 2010 alun alun Batu dipugar dan dibuka kembali pada 7 Mei 2011 dengan konsep desain taman wisata kota. Alun alun Batu sengaja di desain sedemikian rupa sebagai sarana rekreasi, edukasi, dan olahraga bagi masyarakat Kota Batu dan para wisatawan.
Alun alun Batu pada tahun 2011an
(Sumber: tourandtravelwisataindonesia.com)
Awalnya, alun-alun tersebut hanyalah sebuah taman untuk mempercantik area perkantoran pemerintah kolonial. Lalu, pada tahun 1942, taman tersebut akhirnya difungsikan sebagai pusat kegiatan masyarakat (alun-alun) Batu. Namun, oleh masyarakat, alun-alun tersebut lebih dikenal dengan sebutan Taman Tari Banyu, karena di tengahnya terdapat air mancur yang airnya dianggap bergerak seperti menari.
Taman ini menjadi saksi perkembangan Kota Malang sejak dikuasai kaum Kolonial Belanda. Termasuk ketika status Malang berubah menjadi Kota Madya di tahun 1914. Begitu pula saat dibangunnya gedung Balai Kota pada tahun 1930-an di sisi sebelah selatan taman. Pembangunan gedung pusat pemerintahan Kota Malang itu menjadi bagian dari rencana perluasan kota atau disebut Bouwplan.
Setahun setelah kemerdekaan, yakni pada 17 Agustus 1946, ada inisiatif untuk mendirikan tugu di tengah Taman Jaan Pieterzoen Coen (Alun-alun Bunder). Pada saat itu pun batu pertama pembangunan Monumen Tugu ini diletakkan. Monumen ini ditandangani oleh Soekarno dan A.G. Suroto.
Kemudian, setahun setelah kemerdekaan Indonesia hasil KMB di Den Haag tepatnya 17 Agustus 1950, masyarakat Malang mendesak untuk merubah struktur pemerintahan daerahnya dengan menjadikan orang Indonesia sebagai pimpinannya.
Fasilitas Alun-Alun Kota Batu Malang
Untuk masuk ke Alun-Alun Kota Batu Malang tidak dipungut biaya atau gratis. Alun-alun ini juga dibuka 24 jam penuh bagi pengunjung. Fasilitas di Alun-Alun Kota Batu juga terbilang cukup lengkap, mulai dari tersedianya fasilitas toilet umum dengan bentuk unik, yaitu buah apel dan juga lahan parkir kendaraan yang cukup luas.
Di sini juga terdapat playground khusus untuk anak-anak. Anak dapat bermain. Fasilitas unik lainnya adalah terdapat ruang informasi yang berbentuk strawberry.
Lokasi dan Rute Alun-Alun Kota Batu
Alun-Alun Kota Batu Malang berlokasi di Jalan Diponegoro, Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, Malang, Jawa Timur. Akses rute menuju alun-alun terbilang mudah dan dapat di capai dengan berbagai kendaraan yang Anda gunakan.
Jika Anda menggunakan kendaraan umum menuju Alun-Alun Kota Batu Malang, Anda hanya perlu turun di stasiun Malang jika menggunakan kereta api dan terminal Arjosari Malang apabila menggunakan bus. Jika menggunakan kereta api Anda perlu menuju terminal Arjosari terlebih dahulu.
Jadi, jangan sampai Anda melewatkan kesempatan ini ketika berkunjung ke kota dengan julukan kota apel tersebut.
Selanjutnya dari terminal Arjosari, Anda perlu melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan umum atau Lyn dengan kode ADL atau AL menuju terminal Landungsari. Dari terminal Landungsari Anda perlu melanjutkan perjalanan menuju Alun-Alun Kota Batu Malang menggunakan angkutan umum berkode BL/BTL/BTL dan Anda akan langsung turun di depan alun-alun.
Bagi Anda yang menggunakan pesawat terbang, Anda bisa langsung menggunakan taxi bandara untuk menuju alun-alun atau bisa menuju terminal Arjosari dan melakukan perjalanan dengan rute yang sama seperti ketika menggunakan kendaraan bus maupun kereta api.
Jika Anda menggunakan mobil pribadi, Anda hanya perlu menuju langsung ke Alun-Alun Kota Batu Malang dengan mengikuti petunjuk arah yang ada atau menggunakan aplikasi maps yang tersedia di ponsel Anda.
Bagi Anda yang menaiki kendaraan motor, Anda dapat mengikuti petunjuk arah menuju Alun-Alun Kota Batu Malang. Jika Anda merasa bingung ketika di perjalanan, Anda dapat bertanya kepada warga sekitar.
Itulah ulasan mengenai Alun-Alun Kota Batu yang menarik untuk dikunjungi ketika Anda berkunjung ke Kota Batu. Melihat pemandangan indah Kota Batu pada malam hari dari atas ketinggian dengan menaiki bianglala yang ada di Alun-Alun Kota Batu Malang tentu akan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.
Dari berbagai sumber




