Tahun 2020 sudah terlewati meski dengan hantaman kanan-kiri efek ekonomi global terjadinya Pandemi Covid-19. Faktanya adalah Indonesia sudah hampir dipastikan masuk dalam jurang resesi ekonomi setelah PDB Indonesia di kuartal III 2020 diperkirakan minus 2,9 persen.

(foto: unido.org)
Bagi mereka yang ada di level UMKM, keadaan tersebut meski tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan, namun perlu disikapi dengan cermat. Penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) membuat pelaku usaha yang selama ini mengandalkan kegiatan offline mengalami penurunan omset. Beberapa di antaranya bahkan terpaksa menurunkan produksi atau mengurangi jumlah karyawan.
Advis populer dari para pakar ekonom banyak menyebut bahwa keadaan ini seharusnya menjadi momentum bagi para pelaku UMKM untuk adaptif terhadap teknologi.
Secara lebih terperinci, kira-kira hal apa saja yang patut menjadi bahan pertimbangan para pelaku UMKM untuk menghadapi 2021? Simak bebebrapa tips di bawah ini:
- Evaluasi
Pertama, melakukan evaluasi tujuan bisnis Anda di tahun 2020 untuk mengidentifikasi kemenangan dan hambatan yang ada. - Analisa SWOT
Mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman yang ada dari usaha yang kita jalankan saat ini sangatlah penting. Dengan analisis SWOT ini, bisa jadi bekal kita untuk menentukan langkah dan strategi selanjutnya. - Tinjau Laporan Keuangan
Cara yang bisa dilakukan yakni dengan mengumpulkan semua dokumen yang diperlukan, seperti laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas. Setelah itu, kembangkan laporan keuangan untuk menentukan apakah Anda berada di jalur yang tepat untuk memenuhi tujuan laba dan kebutuhan arus kas. - Analisa Kompetitif
Hal ini dilakukan dengan tujuan utama untuk mengukur posisi Anda. Melaksanakan analisis kompetitif membutuhkan perencanaan, penelitian mendalam, dan introspeksi yang jujur agar dapat menentukan target dan menawarkan hasil yang lebih akurat. - Rancangan Bisnis dan Pemasaran 2021
Patrick menyarankan Anda meluangkan waktu untuk menyusun rencana bisnis tahun depan dengan matang, termasuk rencana pemasaran guna meningkatkan citra merek dan kehadiran Anda di pasar. “ - Review SDM
Lakukan review serta apresiasi kinerja karyawan akhir tahun. Penting untuk meninjau kinerja tenaga kerja Anda dalam beberapa kuartal terakhir untuk lebih memahami kondisi karyawan Anda. - Inovasi Media Sosial
Membuat inovasi sangat penting dalam berbisnis. Inovasi ini tidak hanya produk, tapi yang berkaitan dengan promosi dan pemasaran. Saat ini, UMKM bisa memaksimalkan teknologi digital untuk berpromosi dan memasarkan produknya melalui sosial media, seperti Facebook, Instagram, bahkan Youtube.
Yang penting kita kreatif bikin kontennya. Bisa juga ditambah dengan langkah memperbarui profil situs web dan media sosial Anda. Ketujuh, rancang program apresiasi pelanggan; dan terakhir adalah buat daftar dan rayakan pencapaian tahun ini. - Berkomunitas
Bergabung di komunitas bisa sangat membantu kita untuk terus berkembang. Selain bisa meningkatkan pengetahuan, dengan bergabung di komunitas, antar pelaku UMKM bisa saling menguatkan, membantu dalam memenuhi bahan produksi, termasuk mempromosikan usaha. - Go Digital
Beradaptasi dan bertransformasi dari operasional bisnis offline ke onlinewajib untuk dilakukan saat ini. Dengan beralih ke digital, akan banyak banget keuntungan yang bisa kita dapat. Karena dengan bantuan teknologi, bisnis kita akan bisa menjangkau pasar lebih luas lagi bahkan tanpa batas.
Dari segi efisiensi dan efektivitas jelas lebih terbantu. Teknologi mempersingkat waktu pekerjaan dibandingkan dengan proses manual. Contohnya ketepatan pencatatan dan kecepatan transaksi. Juga dari segi promosi dan pemasaran yang jauh lebih mudah dan efektif.
Sebagai penutup, resesi ekonomi sebenarnya juga harus jadi momentum bagi pelaku usaha untuk meningkatkan level usahanya. Caranya adalah dengan mulai menerapkan manajemen bisnis yang baik. Selama ini, banyak pelaku usaha yang tidak melakukan pencatatan dan pengorganisasian aset bisnisnya secara benar. Padahal, ini sangat penting.
Bisnis yang sudah menerapkan manajemen secara rapi lebih mudah saat mengajukan pinjaman modal ke bank atau lembaga lainnya. Ini karena, mereka dapat melihat kualitas bisnisnya dari laporan usaha yang dimiliki oleh bisnis tersebut.
Dirangkum dari berbagai sumber.
