Bisnis Tanaman Hias, 2021 Apa Masih Menjanjikan?

Sepanjang tahun 2020 banyak bisnis berguguran akibat Pandemi Covid-19. tapi tidak demikian halnya dengan bisnis yang satu ini. Bisnis segala sesuatu yang menyangkut tanaman hias.

Yang terjadi justru banyak petani tanaman hias yang meraup omset berlipat kali dibanding kondisi normal sebelum pandemi. Tidak jarang bahkan mereka yang bisnisnya terdampak pandemi beralih ke usaha jual beli tanaman hias.

Salah satu pakar konsultan keuangan megatakan bahwa bisnis yang berdasarkan hobi menawarkan keuntungan yang tidak terbatas. Sebab, kecenderungan orang dalam memenuhi hobinya sering kali tidak memiliki batasan dalam membelanjakan uangnya.

Hal tersebut di atas nampak jelas sekali terlihat dari aktifitas fisik di beberapa pusat penjualan tanaman hias di Kota Batu. Stand-stand tanaman hias di are Sidomulyo misalnya. Bukannya sepi seperti usaha offline yang lain. Tapi secara volume pengunjung malah terlihat jelas sekali makin hari makin bertambah. Koleksi jenis tanaman yang dipajangpun meningkat seiring dengan ramainya pengunjung.

Tidak jarang pada hari-hari tertentu khususnya akhir pekan deretan mobil berderet di sepanjang jalan. Baik di jalur naik maupun jalur turun. Transaksipun terjadi dengan sedemikian lancar. Setiap mobil yang datang, hampir bisa dipastikan kemudian akan berlalu dengan bagasi penuh dengan tanaman hias.

Salah satu penjual bunga yang juga adalah langganan penulis mengatakan bahwa dari awal tahun 2000-an yang namanya berdagang tanaman hias selalu ada naik-turun secara omset.

Tapi yang membuat dia heran, sepanjang 2020 terlebih saat pandemi awal Maret pasar tanaman hias memang tidak ada sepinya. Untuk beberapa jenis tanaman bahkan menurutnya ia kewalahan memenuhi permintaan pelanggan.

Nah, memasuki tahun 2021, apakah bisnis tanaman hias ini akan tetap moncer seperti tahun 2020?

Beberapa penjual tanaman hias yang ditemui penulis mengatakan bahwa mereka tetap optimis dengan kondisi pasar 2021. Ada atau tidak pandemi mereka yakin penghobby tanaman hias akan tetap ada, bahkan cenderung akan lebih meningkat.

Menjelang libur Natal diakui oleh mereka secara online memang sedikit ada penurunan permintaan. Itu bisa dimaklumi karena banyak orang yang sibuk mempersiapkan liburan panjang akhir tahun. Tapi ia yakin masuk bulan Januari penjualan online akan meningkat lagi.

Secara offline menurutnya tidak ada penurunan, bahkan meningkat karena destinasi belanja bunga sudah menjadi bagian dari tujuan banyak wisatawan yang adatang ke Kota Batu. Tinggal pintar-pintarnya penjual saja mendisplai jenis-jenis tanaman yang lagi hits.

Beberapa pelanggan malah setelah melakukan transaksi offline di lapak kemudian berlanjut ke pesanan-pesanan berikutnya via whatsapp saja.

Jadi kesimpulannya meurut mereka tidak akan ada penurunan trens tanaman hias ini di tahun 2021. Peluang masih terbuka lebar asal penjual bisa memahami trend dan memberikan pelayanan terbaik buat pelanggannya.

Masih akan banyak orang yang memilih mengisi waktu luang di tengah pandemi dengan merawat tanaman hias. Namun, tak sekadar hobi, ada pula yang menjadikan budi daya tanaman hias sebagai ladang bisnis.

Lucunya, di beberapa komunitas tanaman hias yang penulis pantau bahkan sudah muncul desas desus beberapa jenis tanaman yang akan menjadi trend baru di tahun 2021 ini.

Rata-rata mereka mengatakan  jenis Aroid masih menjadi salah satu banyak yang diburu. Baik itu dari jenis Anthurium maupun Philodendron, Monstera maupun Anthurium dan sejenisnya. (ww)

Tinggalkan komentar