Wisata Domestik Harusnya Jadi Trend Destinasi 2021

Pasca Covid-19, wisatawan akan memilih destinasi wisata yang dirasa suasananya dapat lebih mudah untuk mempertahankan kondisi menjaga jarak sosial. Biro perjalanan dituntut untuk bisa kreatif didalam merancang rencana perjalanan yang menghindari transportasi umum dan obyek wisata yang ramai.

Misalnya di dalam rencana perjalanan lebih difokuskan untuk mengunjungi obyek wisata yang terpencil dengan menggabungkannya dengan aktifitas bersepeda ( wisata olahraga ), spa ( wisata kesehatan ), ataupun Tadabur alam ( wisata spiritual ), yang mana wisatawan cenderung berada di zona yang minim kontak dengan orang lain.

Pemerintah pun siap fokus membenahi destinasi wisata domestik dan alam. Pada 2021 masyarakat masih akan cenderung memilih destinasi wisata domestik dibandingkan wisata luar negeri. Tak hanya itu, masyarakat pun akan cenderung memilih wisata alam untuk tujuan destinasi wisatanya.

Selanjutnya, Pariwisata yang dikembangkan haruslah pariwisata yang berkelanjutan, artinya dengan prinsip ini diharapkan akan lahirnya sebuah tanggung jawab sosial bersama antara wisatawan dengan penduduk lokal dalam hal , pertama, protokol kesehatan yang secara konsisten dijalankan dan yang kedua, bisa memberikan manfaat ekonomi untuk daerah obyek wisata.

Di masa pandemi prioritas wisatawan pun bergeser pada prioritas protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environmental Sustainability) menjadi faktor penting dalam proses pengambilan keputusan memilih destinasi yang bakal dikunjungi wisatawan.

Mulai Februari 2021 juga diproyeksikan terlihat ada peningkatan kunjungan wisata domestik. Dengan data seperti ini terlihat ada sinyal positif yang kita harapkan nanti bisa ada berita baik juga seiring vaksin yang sudah diproduksi secara massal, sehingga bisa membantu lebih lanjut mendorong kinerja pariwisata di Indonesia.

Tahun ini, diprediksi wisatawan lokal ataupun domestik akan membanjiri obyek-obyek wisata di daerah , kita berharap hal ini tetap berada dalam suasana pelaksanaan protokol kesahatan yang terlaksana dan terawasi dengan baik.

Mengejar target pendapatan dari sisi ekonomi jangan sampai melupakan protokol destinasi yang justru kekuatannya ada pada sinergi wisatawan dan stakeholder pariwisata dalam mencegah lahirnya kluster baru covid-19.

Dari berbagai sumber

Tinggalkan komentar