Totalitas ide dari si pemilik rupanya tidak tanggung-tanggung diimplementasikan secara serius di tempat ini.
Meskipun tergolong tempat nongkrong yang baru dibuka, tapi di sini secara visual mata Anda sudah akan dimanjakan dengan konsep yang tidak biasa. Elemen-elemen klasik Jawa bertabur mulai dari pintu gerbang hingga mentok ke bangunan dapur dan meja order.


Dengan manis, kaki Anda seakan dituntun menyusuri area sepanjang kurang lebih 30 meteran mulai selasar depan, bangunan joglo, kursi-kursi, tiang lampu bekas bajakan sawah, petromax, dinding bata, tulisan-tulisan kayu, hingga pernik-pernik kecil lainnya. Beberapa blok bangunan kayu di sisi kanan joglo juga sayang untuk dilewatkan.
Di sinilah titik istimewanya. Kulino tidak akan membuat mata Anda sempat menganggur berlama-lama. Ruang-ruang yang dibentuk dengan pakem tradisional dan kayu-kayu seakan diselimuti dengan hijaunya tanaman perdu.


Buat Anda yang hobi ber-swafoto, sebaiknya bersiap menghabiskan banyak waktu di sini. Karena banyak spot bagus untuk memenuhi hasrat foto selfie Anda.
Puncaknya adalah di bangunan utama bata merah yang teduh dipayungi barongan (area tanaman bambu). Coklat merah batu bata dengan elemen kayu plus pernik-pernik klasik dengan background hijaunya batang dan daun bambu akan lumayan membuat Anda betah berlama-lama duduk di Kulino.


Soal menu, juga ada keunikan. Ada paket all you can eat versi tradisional berisi nasi putih, nasi jagung, tempe mendol, dadar jagung, telur dadar, renpeyek, kerupuk plus yang paling istimewa adalah sayur pedasnya. Cukup bayar 10K Anda bisa makan sampai puas.

Menu ala Cafe juga tersedia cukup variatif untuk Anda yang ke sini ingin nongkrong modern. Ada french fries, tahu crispy, pisang goreng, nasi goreng, mie goreng, anek juice dll banyak banget. Harga? Standar cenderung murah. Sebanding dengan suasana dan ketenangan yang Anda dapatkan.


Menu dan harga no complain. Bahkan sepertinya menu ala Cafe di sini sudah dikonsultasikan secara matang. Rasa dan penampilan tidak mengecewakan (silahkan lihat foto saya)
Catatan? Ada dong tapi gak banyak.
Pertama, ambience seperti ini seharusnya akan semakin matang dengan alunan musik-musik tradisional.
Kedua. Sisi kanan dan kiri Cafe alangkah lebih baiknya dipenuhi lagi dengan tanaman hias/perdu yang lebih tebal dan tinggi. Supaya ambience Cafe tidak terganggu dengan beberapa spot luar Cafe yang agak berantakan.

Ketiga, catatan dari saya buat Anda yang belum pernah ke sini, mungkin sebisa mungkin meluncur pakai motor saja. Lokasi Kulino benar-benar di tengah kampung. Anda akan sedikit kesulitan mencari tempat parkir jika ke sini bermobil. Dapat parkirpun Anda masih harus berjalan kaki sekian ratus langkah. Kalau naik motor Anda bisa langsung parkir di depan pintu gerbang Cafe.
Lokasi KLIK 👇
kulino mrono (panggon santai, mangan karo ngombe)
0821-2222-5235
https://maps.app.goo.gl/SR7H15BZc8sEQ19NA
